Konferensi startup bergengsi Tech in Asia Tokyo 2015 baru saja terselenggara selama dua hari kemarin tanggal 8 dan 9 September 2015. Satu hal yang mengejutkan bahwa pertama kali dalam sejarah sesi kompetisi pitching Arena Tech in Asia yaitu pada tahun 2015 ini dimenangkan oleh startup EdTech bernama Mana.bo! Inikah tahun emas bagi startup EdTech di Asia?

Baca Juga: [Repost] Liputan Launching EdTech Indo oleh Bloomberg TV Indonesia

Mulai tahun 2015 ini ajang “Startup Asia” berubah nama menjadi “Tech in Asia” seirama dengan nama media yang mengelola konferensi startup bergengsi ini. Ajang Tech in Asia Tokyo 2015 sendiri merupakan konferensi yang kedua dibandingkan Tech in Asia Singapura dan Tech in Asia Jakarta (saat itu namanya masih “Startup Asia Singapura” dan “Startup Asia Jakarta”) yang sudah berlangsung sejak tahun 2012.

Arena merupakan sesi kompetisi pitching sebagai rangkaian penutup acara Tech in Asia di tiga negara yang langganan menjadi tuan rumah: Singapura, Indonesia, dan Jepang (baru dimulai sejak tahun 2014). Berbagai startup terbaik pilihan di negara-negara Asia bertanding menguji kemampuan pitching mereka.

Menariknya, untuk Tech in Asia Tokyo 2015, startup EdTech asal Jepang Mana.bo keluar menjadi pemenang dengan mengantongi USD 10,000 (sekitar Rp 141,79 juta) dan menyisihkan delapan finalis startup dari ranah yang berbeda.

Mana.bo 2015 Thumb
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • LinkedIn

Mana.bo saat menerima hadiah dari Arena Tech in Asia Tokyo 2015

Dikutip dari Tech in Asia Rabu (09/09) bahwa Mana.bo merupakan startup EdTech yang menyediakan layanan untuk menghubungkan Tutor dengan siswa yang sedang mengikuti persiapan ujian masuk sekolah menengah dan universitas. Dengan menggunakan Mana.bo, para siswa atau calon mahasiswa bisa meminta bimbingan kapan saja kepada Tutor yang tersedia di aplikasi tersebut.

Proses bimbingan dari Tutor itu sendiri bisa dilakukan secara real time dengan menggunakan medium teks, chatting melalui video, atau white board virtual yang tersedia di layanan Mana.bo. Startup EdTech yang berdiri sejak April 2012 itu disebut-sebut sanggup memenangkan kompetisi pitching bergengsi tingkat Asia ini lantaran target market dan juga bisnis model yang mereka paparkan.

Bagi EdTech Indo, kemenangan Mana.bo merupakan pertanda betapa sebuah startup EdTech dari negara-negara di Asia manapun memang memiliki potensi untuk berjaya di regional pada tingkat benua. Walau satu hal yang perlu diperhatikan bahwa startup EdTech yang memiliki skalabilitas lebih luas sehingga bisa merambah market lintas negara di suatu regional tertentu, potensial memiliki peluang untuk memenangkan ajang Arena.

Ini saatnya bagi startup EdTech di Indonesia untuk meningkatkan standar bisnisnya agar bisa diterima di tingkat regional! Beruntungnya Indonesia memiliki catatan sejarah sebagai pelopor startup EdTech di tingkat Asia pada tahun 1980-an yang saat itu diinisiasi PesonaEdu. Tidak menutup kemungkinan tahun 2015 ini, startup EdTech Indonesia mendulang kembali kejayaan di tingkat Asia.

Jadi, akankan pemenang ajang kompetisi pitching Arena di Tech in Asia Jakarta 2015 pada November mendatang diraih pula oleh suatu startup EdTech?