Pembelajaran bahasa secara online merupakan salah satu bidang bisnis startup EdTech yang potensial untuk digarap. Jangan dahulu menyinggung bahasa asing, karena pembelajaran bahasa daerah di negeri ini saja merupakan salah satu potensi startup EdTech yang jarang disentuh. Padahal menariknya bahwa Indonesia memiliki 742 bahasa daerah bahkan diantaranya asing terdengar antara lain bahasa Budong-budong, Punan Merah, Kareho Uheng, dan Hukumina.

Minggu ini EdTech Indo menerima press release dari startup EdTech Indonesia terbaru, Bahaso yang resmi bekerjasama dengan Universitas Indonesia. Bentuk kemitraan apa yang dibangun Bahaso dengan salah satu kampus terkemuka di Indonesia ini?

Baca Juga: [Repost] Kakatu Bekerjasama dengan Samsung Mobile Indonesia

Bahaso merupakan startup Edtech Indonesia yang belum resmi launching berupa platform media sosial untuk pembelajar bahasa asing khususnya bahasa Inggris.

Dua hari silam, tepatnya Senin (10/08), Bahaso menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia yang diwakili oleh Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Dr. Adrianus Laurens Gerung Waworuntu, S.S., M.A, dalam hal penyediaan platform belajar bahasa asing interaktif melalui media daring dan mobile.

Adapun kerjasama yang dibangun di antara kedua belah pihak yaitu dengan melakukan riset dan pengembangan konten serta metodologi yang mampu membantu masyarakat Indonesia untuk menguasai bahasa asing secara cepat, mudah, efektif, dan efisien. Proses pengembangan ini juga didukung oleh para pakar pengajaran bahasa terbaik di Indonesia.

Tyovan Ari Widadgo selaku Founder dan CEO Bahaso mengutarakan dalam press release-nya:

Misi kami dari Bahaso yaitu adalah untuk merevolusi cara orang belajar bahasa asing dan menjadikan masyarakat Indonesia memiliki kemampuan berbahasa asing guna menyambut globalisasi dan MEA pada akhir tahun ini, dengan dukungan dan kerjasama antara Bahaso dan Universitas Indonesia, maka kami yakin misi ini mampu kita wujudkan bersama, kami ingin melihat masyarakat Indonesia mahir berbahasa asing minimal Bahasa Inggris, jika mereka menguasai Bahasa Inggris kami meyakini tingkat perekonomian mereka akan naik.

Tyovan yang masih duduk di bangku kuliah BINUS ini juga salah satu pengurus komunitas EdTech Indo selaku Community Development and Curator.

Screen Shoot Bahaso Thumb
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • LinkedIn

Screen shoot Bahaso

Anda sudah bisa mengakses Bahaso walaupun masih dalam versi beta. Bahaso sendiri menyediakan layanan belajar bahasa Inggris secara interaktif melalui media text, audio, dan video. Selain itu Bahaso juga mengajarkan bahasa dengan mempertimbangkan faktor psikologis, interaksi, dan pengalaman pengguna dalam menyerap materi yang diberikan.

Kedepannya seluruh pengguna Bahaso yang telah menyelesaikan pembelajaran bahasa Inggris tersebut akan memperoleh sertifikat dari FIB Universitas Indonesia.

Selamat datang Bahaso dalam dunia percaturan startup EdTech Indonesia!